Selasa, 31 Mei 2016
Saraf Terjepit Karena HNP
Sakit leher dan punggung dengan gejala nyeri yang menjalar ke lengan dan tangan atau kaki bisa diakibatkan saraf terjepit oleh kondisi Herniated Nucleus Pulposis (HNP).
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Jalan Raya Gubeng No. 70
Jawa Timur. Indonesia
Hotline 0822 3322 7788
Minggu, 29 Mei 2016
Nyeri Punggung, Nyeri Leher dan Keluhan Tulang Belakang. Temukan Solusi ...
Sakit Nyeri Punggung dan Nyeri Leher yang berkepanjangan memang sangat menganggu. Berbagai layanan pengobatan dan rehabilitasi juga cukup banyak jenis dan jumlahnya. Ada yang membaik dan ada pula yang tak kunjung membaik setelah pengobatan. Bagi anda yang mengalami masalah tersebut tentunya harus mendapatkan solusinya. Langkah yang tepat adalah temukan diagnosa dengan akurat setelah itu rancang bersama dokter spesialis kami pengobatan dan rehabilitasi yang sesuai.
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Jalan Raya Gubeng No. 70 Surabaya
Jawa Timur. Indonesia
Hotline 0822 3322 7788
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Jalan Raya Gubeng No. 70 Surabaya
Jawa Timur. Indonesia
Hotline 0822 3322 7788
Kamis, 07 Mei 2015
Nyeri Leher oh Nyeri Leher, Apakah Penyebabnya?
Neck pain atau nyeri leher dapat disebabkan oleh luka jaringanlunak, termasuk otot, ligamen, cakram intervertebral dan syaraf, atau tulang dan sendi dari spine (tulang belakang).
Bagian leher sangat peka terhadap nyeri. Leher dirancang untuk dapat bergerak secara leluasa . Namun dengan rancangan yang luar biasa, bagian leher dapat mengalami kerusakan karena proses penuaan, arthrithis dan peregangan yang berlebihan
Penyebab neck pain/ nyeri leherantara lain:
- Ketegangan otot.
Jika otot-otot leher digunakan secara berlebihan, dapat menimbulkan ketegangan. Otot-otot leher dapat tegang karena aktivitas harian seperti terlalu lama mengemudi atau membaca di ranjang. Seiring waktu, ketegangan yang berulang pada otot-otot ini dapat mengakibatkan nyeri kronis. Berbaring dengan postur yang buruk untuk periode waktu yang panjang adalah penyebab yang umum kondisi tegang pada otot leher.
- Trauma.
Karena leher begitu lentur dan menyangga berat kepala, bagian ini sangat rawan cidera. Beberapa cidera, terutama yang didapat dari kecelakaan-kecelakaan kendaraan bermotor, mungkin berakibat pada whiplash. Cidera yang terjadi ketika kepala disentakan kedepan dan kebelakang dapat meregangkan atau merobek jaringan-jaringan lunak (seperti otot-otot dan ligamen-ligamen) leher, akibatnyaterjadi cidera dan nyeri. Cidera parah dapat menjurus pada patah tulang atau dislokasi leher, yang mungkin merusak sumsum tulang belakang dan menyebabkan kelumpuhan. Terjadinya cidera dapat mengakibatkan kecenderungan facet joint arthropathy.
- Arthritis.
Sendi-sendi leher cenderung akanmemburuk seiring dengan bertambahnya usia, hal ini mengakibatkan arthritis. Pasien-pasien dengan sejarah whiplash adalah lebih berisiko terjadi arthritis pada leher mereka ketika mereka menua. Bentuk-bentuk dari arthritis pada leher yang mungkin menyebabkan nyeri leher atau di tempat lain antara lain:
- Osteoarthritis. Terjadi pada orang-orang yang lebih tua, disebabkan oleh pengikisan (pemakaian) dari sendi-sendi antara tulang-tulang dari leher. Ini menyebabkan nyeri menyebar ke pundak atau antara tulang-tulang belikat. Nyeri umumnya hadir pada pagi hari, berkurang pada siang hari dan kemudian kembali lagi pada malam hari.
- Rheumatoid arthritis. Penyakit kronis dengan kondisi kekakuan dan peradangan dari sendi-sendi, kelemahan, kehilangan mobilitas (gerakan) dan deformitas (kelainan bentuk). Ia dapat menyebabkan rusaknya sendi-sendi leher.
- Ankylosing spondylitis. Tipe arthritis yang paling banyak mempengaruhi tulang belakang (spine). Secara khusus gangguan ini mulai daripunggung bagian bawah dan dapat berlanjut ke punggung bagian atas serta leher.
- Penyakit-penyakit cakram.
Tepat seperti persoalan-persoalan dengan lumbar spine dan thoracic spine dapat menyebabkan nyeri punggung, persoalan-persoalan dengan cervical spine dapat menyebabkan neck pain:
- Syaraf terjepit. Ketika seseorang menua, cakram-cakram intervertebral yang melayani sebagai bantalan-bantalan antara vertebrae dari spine mulai mengering. Ini menyempitkan ruang-ruang dalam kolom tulang belakang dimana syaraf-syaraf keluar, dan memberikan tekanan pada syaraf-syaraf tulang belakang.
- Penyakit degeneratif cakram. Cakram-cakram memburuk dan menekan atas syaraf-syaraf.
- Cakram yang burut (Herniated disc). Cakram-cakram intervertebral adakalanya robek atau burut, yang berarti pusat yang gelatinous (seperti agar-agar) menonjol melalui lapisan cakram yang kuat.
- Cervical stenosis. Penyempitan dari kanal tulang belakang yang menjepit sumsum tulang. Ketika seseorang menua, cakram-cakram intervertebral mulai mengering, mengurangi peran mereka sebagai penyerap-penyerap kejutan yang melindungi untuk sumsum tulang belakang (spinal cord). Perubahan-perubahan degeneratif pada vertebrae dapat juga membantu perkembangan pertumbuhan dari bone spurs yang menekan akar-akar syaraf. Akhirnya, tulang-tulang dan ligamen-ligamen pada spine secara berangsur-angsur menebal dan menjadi kurang lentur. Semua dari perubahan-perubahan ini menyempitkan kanal tulang belakang.
Gejala-gejala yang berhubungan dengan cervical stenosis termasuk neck pain, mati rasa dan kelemahan dari tangan-tangan, ketidakmampuan untuk berjalan cepat, perburukan dari ketrampilan-ketrampilan motor yang halus dan kejang-kejang otot pada tungkai-tungkai.
- Meningitis.
Neck pain yang berhubungan dengan sakit kepala dan demam mungkin adalah tanda dari meningitis, infeksi dari selaput-selaput yang mengelilingi otak. Kekakuan yang ekstrim pada leher yang sulit atau tidak memungkinkan untuk menyentuhkan dagu pada dada mungkin adalah tanda dari meningitis dan menuntut perhatian medis yang segera.
- Encephalitis. Peradangan dari otak. Gejala-gejala dapat termasuk kekakuan atau nyeri punggung atau leher.
- Fibromyalgia. Penyakit kronis yang ditandai oleh sakit-sakit musculoskeletal, nyeri dan kekakuan, kepekaan dari jaringan-jaringan lunak, kelelahan dan gangguan-gangguan tidur. Neck pain adalah diantara gejala-gejala yang umumnya dihubungkan dengan fibromyalgia.
- Myofascial pain syndrome.
Kondisi musculoskeletal kronis yang seringkali dihubungkan dengan trauma, postur yang buruk, duduk pada komputer atau melakukan tugas-tugas yang berulang yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang. Pasien-pasien seringkali melaporkan merasakan nyeri pada berbagai bagian dari tubuh termasuk leher dan mungkin mempunyai kesulitan tidur
- Polymyalgia rheumatica.
Kondisi peradangan yang dilambangkan oleh nyeri dan kekakuan pada leher, pundak-pundak dan pinggul-pinggul.
- Myositis.
Kelompok dari kondisi-kondisi otot yang meradang. Myositis secara khas menimpa area-area dekat trunk (batang tubuh), seperti leher, pundak-pundak dan pinggul-pinggul.
- Osteoporosis. Penyakit penipisan tulang paling umum pada wanita-wanita selama dan setelah menopause. Tidak ada gejala-gejala pada stadium-stadium awal, namun pada stadium-stadium lanjut osteoporosis dapat menyebabkan patah-patah tulang spine yang mungkin menyebabkan nyeri punggung atau leher.
- Penyakit Paget.
Penyakit metabolik tulang yang melibatkan perusakan dan pertumbuhan kembali tulang yang menyebabkan deformitas (kelainan bentuk). Penyebab dari penyakit ini tidak diketahui, namun ia seringkali berakibat pada nyeri leher.
- Payudara-payudara yang besar dan berat.
Wanita-wanita dengan payudara-payudara yang besar seringkali mengalami nyeri pada leher bagian atas, yang biasanya disebabkan oleh tekanan yang meningkat pada otot-otot. Beberapa memilih untuk memperoleh operasi untuk mengurangi ukuran dari payudara-payudara dan membebaskan nyeri leher, pundak dan punggung.
- Kondisi-kondisi lain.
Pada kasus-kasus yang jarang, neck pain adalah akibat dari penyakit-penyakit medis lain seperti kanker, infeksi-infeksi atau kelainan-kelainan congenital (kerusakan-kerusakan kelahiran) dari vertebrae. Neck pain dapat juga adalah gejala dari serangan jantung.
Neck pain mungkin juga disebabkan oleh kondisi-kondisi yang menyebabkan nyeri sendi yang meluas, seperti penyakit Lyme, lupus, sindrom kelelahan yang kronis, anemia sel sabit atau sarcoidosis.
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Hotline 0822 3322 7788
Rabu, 06 Mei 2015
Penyakit dan Kelainan pada Tulang Belakang
Kesehatan tulang belakang yang baik sangat diperlukan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Gangguan kesehatan tulang belakang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan melakukan aktifitas sehari-hari dengan cara yang salah juga dapat mengganggu kesehatan tulang belakang.
Berbicara kesehatan tulang belakang tidak hanya dilihat dari tulangnya saja, tetapi dilihat dari tulang belakang berikut sendinya; lengkungan / kurva tulang belakang; bantalan sendi (diskus intervertebralis); otot dan jaringan pengikat (ligamen) serta jaringan saraf yang berhubungan dengan tulang belakang.
Gangguan kesehatan tulang belakang yang terjadi dapat berupa gangguan yang berhubungan dengan kurva tulang belakang (kifosis, lordosis lumbal yang berlebihan, skoliosis); gangguan yang berhubungan dengan tulang dan sendi (osteoarthrosis, osteoporosis, patah tulang, spondilolistesis, sindroma faset); gangguan yang berhubungan dengan bantalan sendi dan saraf (hernia nukleus pulposus / HNP, iritasi radiks, spinal stenosis); gangguan yang berhubungan dengan ligamen (sprain ligamen interspinosus, sindroma sakroiliaka) dan gangguan yang berhubungan dengan otot (nyeri “myofascial”).
Kesehatan tulang belakang yang dibahas saat ini adalah kesehatan tulang belakang yang berhubungan dengan biomekanika tubuh.
Gejala dan tanda klinis gangguan kesehatan tulang belakang yang terjadi dapat dari “tanpa gejala / asimptomatik” sampai dengan yang menimbulkan gejala ringan sampai berat.
Gejala dan tanda klinis yang ditimbulkan dapat berupa nyeri tengkuk/leher, nyeri punggung atas, nyeri punggung tengah dan nyeri punggung bawah yang dapat disertai atau tanpa disertai nyeri rujukan ke anggota gerak atau nyeri kepala; kesemutan pada anggota gerak; kelemahan bahkan kelumpuhan anggota gerak; kelainan bentuk tubuh; ataupun gejala lainnya seperti vertigo, gangguan pernafasan, gangguan berkemih dan lain-lain.
Deteksi dini gangguan kesehatan tulang belakang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang belakang.
Deteksi dini dapat dilakukan dengan mengetahui riwayat gangguan tulang belakang pada keluarga; melakukan pemeriksaan fisik yang baik dan benar secara rutin; melakukan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan pemeriksaan kepadatan massa tulang (Bone Densitometri) sesuai indikasi.
Tetapi yang sangat perlu diingat adalah pemeriksaan diagnostik tersebut harus selalu didasarkan pada penemuan klinik, dan jangan mengulang pemeriksaan yang telah dilakukan, kecuali memang bermanfaat. Interpretasi hasil pemeriksaan diagnostik juga harus ada relevansinya dengan riwayat klinis dan pemeriksaan fisik. Jadi jangan menyebutkan penyakitnya hanya berdasarkan foto rontgen atau MRI.
Jadi secara dini kenalilah apakah ada kelainan/ gangguan pada tulang belakang dan jika ditemukan kelainan/gangguan, maka segeralah menemukan, mengoreksi atau mengobati faktor penyebabnya.
Berikut beberapa hal pola hidup sehat yang dapat diperhatikan untuk menjaga kesehatan tulang belakang yaitu sejak awal koreksilah faktor biomekanika tubuh yang salah; lakukanlah aktifitas sehari-hari dengan cara yang baik dan benar dengan memperhatikan biomekanika tubuh baik saat posisi statis dan dinamis seperti saat berbaring, duduk, berdiri, berjalan, mengangkat beban atau melakukan aktifitas fisik lainnya; hindarilah posisi statik dalam waktu lama; saat melakukan aktifitas hindarilah penggunaan tenaga yang berlebihan atau tak terkontrol; maksimalkanlah puncak kepadatan massa tulang selama massa pertumbuhan; jagalah kepadatan massa tulang; jagalah kekuatan dan kelenturan baik otot, jaringan pengikat (ligamen) dan bantalan sendi tulang belakang dengan melakukan latihan fisik / olahraga secara benar dan teratur; jangan menggunakan sepatu dengan hak tinggi; pakailah sepatu beralas karet; hindarilah penggunaan obat dengan efek mengantuk atau mengganggu keseimbangan; kalau memang diperlukan pergunakanlah kacamata, alat bantu dengar dan tongkat sesuai kebutuhan.
Untuk menjaga kesehatan tulang belakang selain memperhatikan biomekanika tulang belakang, juga harus memperhatikan biomekanika tubuh secara keseluruhan baik termasuk anggota gerak atas dan bawah, karena “disfungsi akan menyebabkan disfungsi”. Jadi, tanpa memperhatikan faktor biomekanika tubuh secara keseluruhan, penanganan atau tindakan apapun termasuk operasi, maka keberhasilan penanganan tidak akan tercapai, dikemudian hari akan terulang lagi bahkan dapat menimbulkan disfungsi di struktur atau organ lain.
Nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan dapat berupa perasaan sakit yang tertusuk, perih, rasa sayatan, berdenyut, rasa terbakar dan lain-lain stimulus/rangsangan yang dihubungkan dengan kerusakan jaringan. Nyeri merupakan suatu respon emosional dan pengalaman subyektif dimana setiap orang akan berbeda rasa nyerinya dan mempunyai satu dan hanya satu fungsi yaitu mengingatkan kita akan bahaya.
Nyeri merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oleh seseorang dengan gangguan pada tulang belakang dan sering mengganggu aktifitas sehari-hari.
Penanganan nyeri yang berhubungan dengan gangguan kesehatan tulang belakang dapat dilakukan dengan mengoreksi faktor biomekanik yang salah; obat-obatan; modulator nyeri; “Behavioral Modifier” (seperti: latihan relaksasi, biofeedback, “guided visual imagery”, terapi musik, hipnosis); berbagai prosedur intervensi (“spray and stretch, injeksi titik triger, akupunktur, blok saraf, radiofrekuensi, operasi) dan penanganan faktor psikososial.
Program latihan fisik yang diberikan untuk menjaga kesehatan tulang belakang harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, diberikan dengan cara dan dosis yang benar dengan memperhatikan kinesiologi dan biomekanika tubuh.
Program latihan fisik yang diberikan dapat berupa latihan khusus otot punggung seperti latihan metode Egoscue dan latihan skoliosis; latihan penguatan otot abdomen dan anggota gerak, latihan kelenturan, latihan koordinasi, latihan pola jalan yang benar, latihan pernafasan dalam dan latihan kebugaran.
Pada seseorang dengan osteoporosis, latihan fisik harus mempunyai unsur pembebanan pada tubuh atau anggota gerak dan penekanan pada aksis tulang (latihan Weight Bearing). Umumnya direkomendasikan latihan erobik intensitas rendah seperti berjalan, jogging dan berdansa.
Olahraga berjalan adalah latihan yang sangat bermanfaat karena merupakan kombinasi rangsangan mekanik pada tulang belakang dan tulang anggota gerak bawah serta kontraksi intermiten otot-otot tubuh bagian belakang dan otot anggota gerak bawah . Dianjurkan olahraga jalan dilakukan 3-5 kali seminggu dengan durasi 30 menit persesi. Olahraga jalan dapat ditingkatkan dengan jarak yang lebih jauh dengan waktu tetap, yang sebaiknya dimonitor berdasarkan panduan dokter.
Walaupun berenang tidak terbukti memperbaiki densitas tulang, tapi berguna untuk mengembangkan rongga dada, ekstensi tulang belakang serta kebugaran jantung dan pernafasan.
Latihan pada seorang usia lanjut harus direncanakan dengan seksama dan hati-hati, sangat memperhitungkan manfaat dari latihan tersebut dan memperhatikan kondisi umum baik struktural maupun fungsional. Program latihan yang didemonstrasikan di televisi atau klub kebugaran mungkin kurang cocok, terutama bila disertai gerakan melompat.
Latihan membungkuk ke depan juga harus dihindari untuk pasien yang mempunyai risiko osteoporosis karena menambah kecenderungan tulang belakang patah.
Koreksi problem biomekanika tulang belakang dapat mempergunakan alat penyanggah tulang belakang seperti korset, brace khusus yang diberikan untuk mengoreksi ketidakseimbangan biomekanik yang tidak dapat dikoreksi oleh program peregangan dan penguatan yang spesifik.
Alat bantu jalan seperti cane, walker, sepatu dengan alas khusus digunakan untuk mengurangi beban tekanan pada sendi.
Aktivitas kegiatan sehari-hari yang dilakukan seringkali juga dapat menambah problem yang ada bahkan menambah kecenderungan patah tulang akibat jatuh.
Meningkatkan keamanan dalam rumah atau lingkungan pekerjaan merupakan bagian dari program pencegahan, seperti pengaturan susunan peralatan rumah tangga atau lingkungan pekerjaan secara ergonomis, menghindari penggunaan barang yang dapat menggangu kebebasan berlangkah (karpet, meja beroda dll); pemakaian pegangan pada tangga; pencahayaan cukup, menggunakan lampu malam di kamar tidur dan kamar mandi; kamar mandi dilengkapi dengan pegangan dinding dan karpet antislip; segera bersihkan dan keringkan ubin yang basah dan lain-lain.
Dr. Satrio Tjondro, SpKFR
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
RS Mitra Kemayoran
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
RS Mitra Kemayoran
Sumber :
http://www.rumahsakitmitrakemayoran.com/kesehatan-tulang-belakang/
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Hotline 0822 3322 7788
www.surabayaspineclinic.com
http://www.rumahsakitmitrakemayoran.com/kesehatan-tulang-belakang/
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Hotline 0822 3322 7788
www.surabayaspineclinic.com
Orang Gemuk Rentan Terkena Nyeri Tulang Belakang
KOMPAS.com – Pria atau wanita dengan berat badan berlebih alias gemuk rentan menderita nyeri tulang belakang bagian bawah (NTBB) atau disebut low back pain. Penumpukan lemak di perut akan mempersulit kerja tulang belakang dalam menopang tubuh.
Demikian diungkapkan Ahli bedah tulang belakang dari Ramsay Spine Center Rumah Sakit Premier Bintaro, DR.dr Luthfi Gatam SpOT yang ditemui dalam acara seminar “RHCI Orthopaedic Update on Joint and Spine” di Jakarta, Selasa (25/9/2012) kemarin.
“Semakin berat badan seseorang akan memperbesar risiko mengalami low back pain. Lemak di perut yang menumpuk cenderung membuat postur tubuh condong ke depan dan punggung gampang cedera,” ujarnya.
Seorang yang gemuk artinya akan menambah beban tulang belakang. Padahal, tulang belakang ibarat tonggak yang ditopang tali-tali. Ketika tali ini kuat maka tiangnya tidak akan rubuh. Tali penopang tulang belakang ini disebut otot-otot inti tubuh atau core muscle.
Pada pria, risiko mengalami sakit nyeri tulang belakang bagian bawah lebih besar. Menurut Luthfi, pria lebih berisiko karena pada umumnya mereka melakukan pekerjaan dan aktivitas lebih berat. “Pada umumnya pria menggunakan lebih banyak otot untuk bekerja. Juga ada pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan pria yang dikerjakan sambil duduk seperti sopir,” ujarnya.
Low back pain yang disebabkan pengaruh berat badan dan aktivitas dapat diatasi dengan rutin melakukan olahraga ringan setiap hari. Juga mengatur dan membiasakan diri dengan banyak berdiri ketimbang duduk. Saat duduk pun, posisi tubuh harus ideal supaya tulang punggung ikut terbantu.
“Memang kalau faktor umur dan gen kita tidak bisa mengelak. Tapi kalau karena faktor berat badan ya syaratnya harus menurunkan berat badan dulu. Serta menyeimbangkan aktivitas seperti tidak banyak duduk,” ujarnya.
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Hotline 0822 3322 7788
Sumber: www.surabayaspineclinic.comBerhentilah Merokok agar Tulang Belakang menjadi Sehat
Jika penyakit mematikan seperti kanker paru-paru saja belum cukup menghentikan kebiasaan Anda merokok, cobalah jadikan kesehatan tulang punggung sebagai salah satu alasan berhenti merokok. Nikotin dapat memperburuk kondisi nyeri pada punggung.
Peneliti melakukan studi yang melibatkan lebih dari 5.300 pasien yang mengalami sakit punggung karena gangguan tulang belakang dan sedang menjalani pengobatan. Selama 8 bulan masa pengobatan, peneliti terus memantau kondisi masing-masing pasien.
Orang yang sebelumnya tidak pernah merokok melaporkan bahwa rasa punggung yang dialaminya berangsur-angsur membaik dengan cepat. Pasien yang berhenti merokok selama pengobatan, melaporkan bahwa rasa nyeri yang dialaminya berangsur-angsur berkurang.
Sedangkan pasien yang tetap merokok melaporkan bahwa rasa nyeri yang dialaminya tidak kunjung reda dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Bone and Joint Surgery, edisi bulan Desember.
“Rasa sakit akan meningkat karena paparan nikotin, sehingga seseorang harus menghentikan kebiasaannya merokok agar kondisi nyeri punggungnya tidak semakin buruk,” kata Dr Glenn Rechtine, penulis studi dari jurusan ortopedi di University of Rochester di New York, seperti dikutip dari ivillage, Selasa (18/12/2012).
Studi ini mendukung perlunya program berhenti merokok untuk pasien dengan gangguan tulang belakang. Pasien nyeri punggung mau tak mau harus menyerah dan meninggalkan kebiasaannya yang tidak tersebut.
Meskipun studi ini menemukan hubungan antara berhenti merokok dengan penurunan nyeri punggung, hal ini tidak membuktikan bahwa ada hubungan sebab-akibat antara keduanya.
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Hotline 0822 3322 7788
Sumber : www.surabayaspineclinic.com
Gejala-gejala Penyakit Kanker Tulang
Kanker tulang merupakan penyakit yang mungkin tidak asing didengar telinga kita. Kanker yang muncul melalui organ tubuh hingga menyebar ke tulang dan merupakan salah satu penyakit berbahaya yang perlu anda waspadai.
Untuk mengetahui terjadinya kanker tulang sebaiknya anda melakukan pemeriksaan dengan cara Rontgen atau CT Scan terutama pada dada guna untuk melihat terjadinya penyebaran kanker melalui paru-paru. Dan scanning keseluruh tulang untuk mendeteksi penyebaran kankernya.
Sebelum anda melakukan pemeriksaan sebaiknya anda terlebih dahulu tahu gejala-gejala kanker tulang. Adapun gejala kanker tulang adalah sebagai berikut:
Rasa Nyeri atau Sakit
Biasanya kanker tulang ditandai dengan rasa nyeri atau sakit yang dirasakan pada bagian tulang belakang seperti leher ataupun punggung. Dan kadang juga rasa sakit yang dirasakan menyebar keseluruh tubuh atau anggota badan lainnya.
Biasanya kanker tulang ditandai dengan rasa nyeri atau sakit yang dirasakan pada bagian tulang belakang seperti leher ataupun punggung. Dan kadang juga rasa sakit yang dirasakan menyebar keseluruh tubuh atau anggota badan lainnya.
Badan Terasa Lemah
Gejala lain dari kanker tulang adalah badan anda akan terasa lemah, disebabkan oleh gangguan pada impuls dari tulang belakang. Apabila kanker sudah menyebabkan peradangan besar pada tulang belakang maka kondisi otak kita tidak dapat berkomunikasi baik dengan kaki. Akibatnya anda terasa sulit untuk berjalan, meraih sesuatu atau memegang.
Gejala lain dari kanker tulang adalah badan anda akan terasa lemah, disebabkan oleh gangguan pada impuls dari tulang belakang. Apabila kanker sudah menyebabkan peradangan besar pada tulang belakang maka kondisi otak kita tidak dapat berkomunikasi baik dengan kaki. Akibatnya anda terasa sulit untuk berjalan, meraih sesuatu atau memegang.
Kepekaan berkurang
Kanker tulang belakang dapat mempengaruhi sensasi sentuhan. Karena sumsum tulang belakang adalah saraf pusat, peradangan atau tekanan di daerah ini dapat mengakibatkan pengurangan sensasi. Objek mungkin tidak lagi merasa panas atau dingin untuk disentuh. Serupa dengan ketidakmampuan otak untuk berkomunikasi dengan anggota badan, anggota badan menjadi tidak sepenuhnya berkomunikasi dengan otak.
Kanker tulang belakang dapat mempengaruhi sensasi sentuhan. Karena sumsum tulang belakang adalah saraf pusat, peradangan atau tekanan di daerah ini dapat mengakibatkan pengurangan sensasi. Objek mungkin tidak lagi merasa panas atau dingin untuk disentuh. Serupa dengan ketidakmampuan otak untuk berkomunikasi dengan anggota badan, anggota badan menjadi tidak sepenuhnya berkomunikasi dengan otak.
Inkontinensia
Kanker tulang belakang juga dapat menyebabkan inkontinensia. Gejala ini sangat mirip dengan kelemahan, karena tekanan pada saraf tertentu dalam tulang belakang yang bertanggung jawab untuk mengontrol kinerja kandung kemih dan usus. Jika impuls terganggu, dapat menyebabkan seseorang kehilangan kontrol kandung kemih mereka, usus, atau keduanya.
Kanker tulang belakang juga dapat menyebabkan inkontinensia. Gejala ini sangat mirip dengan kelemahan, karena tekanan pada saraf tertentu dalam tulang belakang yang bertanggung jawab untuk mengontrol kinerja kandung kemih dan usus. Jika impuls terganggu, dapat menyebabkan seseorang kehilangan kontrol kandung kemih mereka, usus, atau keduanya.
Kelumpuhan
Seiring perkembangan kanker tulang belakang, seseorang mungkin menderita kelumpuhan. Tergantung pada beratnya kanker, kelumpuhan dapat diisolasi untuk satu anggota badan. Ukuran dan lokasi pertumbuhan menentukan jumlah kelumpuhan, karena kanker bisa sampai ke titik di mana saraf tampaknya putus atau lesi telah terbentuk pada saraf itu sendiri.
Seiring perkembangan kanker tulang belakang, seseorang mungkin menderita kelumpuhan. Tergantung pada beratnya kanker, kelumpuhan dapat diisolasi untuk satu anggota badan. Ukuran dan lokasi pertumbuhan menentukan jumlah kelumpuhan, karena kanker bisa sampai ke titik di mana saraf tampaknya putus atau lesi telah terbentuk pada saraf itu sendiri.
Demikianlah beberapa gejala terjadinya kanker tulang. Oleh karena kita harus selalu waspada jangan sampai kita termasuk salah satu poin diatas yang kemungkinan terjangkit kanker tulang.
Surabaya Spine Clinic
Klinik Tulang Belakang
Siloam Hospitals Surabaya
Hotline 0822 3322 7788
Sumber : www.surabayaspineclinic.com
Langganan:
Postingan (Atom)